Menjaga Semangat Kedaulatan Lewat Rupiah: Refleksi Hari Keuangan Nasional

30 Oct 2026 • 07:11 WIB
Inda Kristyarini, S.Pd.
Oleh Inda Kristyarini, S.Pd.
Guru SMP Al Hikmah Surabaya
Menjaga Semangat Kedaulatan Lewat Rupiah: Refleksi Hari Keuangan Nasional

Sebagai warga negara Indonesia, kita tentu akrab dengan pecahan-pecahan rupiah yang kita gunakan sehari-hari untuk bertransaksi. Namun, di balik lembaran kertas dan koin logam yang berpindah tangan setiap hari, tersimpan sebuah sejarah perjuangan bangsa yang sarat akan makna nasionalisme dan kedaulatan. Setiap tanggal 30 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Keuangan Nasional.

Bagi dunia pendidikan, khususnya bagi kita di lingkungan SMP Al Hikmah Surabaya, momentum ini bukan sekadar tanggal merah di kalender sejarah, melainkan sebuah ruang strategis untuk menanamkan nilai cinta tanah air, literasi finansial, dan kesadaran berkebangsaan kepada para peserta didik.

Sejarah Singkat Oeang Republik Indonesia (ORI): Pertempuran di Medan Keuangan

Kisah lahirnya Oeang Republik Indonesia tidak bisa dilepaskan dari detik-detik awal kemerdekaan yang penuh dengan gejolak. Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Republik yang baru lahir ini belum memiliki mata uang sendiri yang sah. Pemerintah Indonesia saat itu masih harus berhadapan dengan peredaran mata uang peninggalan masa kolonial Belanda (De Javasche Bank) dan mata uang Jepang yang membanjiri pasar bebas tanpa kendali, memicu inflasi yang sangat parah.

Dalam situasi ekonomi yang kacau dan blokade ekonomi ketat oleh tentara Sekutu serta NICA, Menteri Keuangan pertama Republik Indonesia, Mr. Alexander Andries Maramis (A.A. Maramis), mengambil langkah berani. Pemerintah memutuskan untuk menerbitkan uang sendiri sebagai simbol kedaulatan mutlak negara.

Tepat pada tanggal 30 Oktober 1946, diterbitkanlah ORI (Oeang Republik Indonesia) untuk pertama kalinya. Keputusan ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh seluruh rakyat Indonesia. Di tengah keterbatasan mesin cetak dan ancaman keamanan fisik dari penjajah, ORI menjadi "senjata" finansial yang menyatukan seluruh wilayah Nusantara.  Menegaskan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang berdaulat secara politik dan ekonomi.

Makna Hari Keuangan Nasional: Lebih dari Sekadar Alat Tukar

Memperingati Hari Oeang berarti kita sedang menyelami makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar lembaran uang kertas. Ada tiga pilar makna utama yang terkandung di dalamnya:

  1. Simbol Kedaulatan Negara: Uang bukan sekadar alat tukar komersial, melainkan atribut kedaulatan yang sejajar dengan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Memiliki mata uang sendiri menandakan bahwa negara kita berdiri di atas kaki sendiri.
  2. Ketangguhan di Tengah Krisis: Kelahiran ORI membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu bertahan dan berinovasi di tengah tekanan krisis yang luar biasa. Semangat juang para perintis keuangan masa lalu mengajarkan kita arti pantang menyerah.
  3. Perekat Persatuan Bangsa: Pada masa perjuangan, penggunaan ORI di berbagai daerah berhasil meruntuhkan sekat-sekat perbedaan dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai satu bangsa.

 

Peran Nyata: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Sebagai bagian dari sivitas akademika SMP Al Hikmah Surabaya dan masyarakat Indonesia secara luas, peringatan Hari Keuangan Nasional harus diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang relevan dengan peran kita masing-masing.

Peran Guru: Menanamkan Literasi Finansial dan Jiwa Nasionalisme

Bagi seorang guru ekonomi, Hari Oeang adalah momentum emas untuk menjembatani teori ekonomi dengan nilai-nilai karakter bangsa.

  1. Mengintegrasikan Sejarah dalam Pembelajaran: Kita dapat menceritakan kisah perjuangan A.A. Maramis dan rakyat Indonesia dalam sesi pembelajaran di kelas, sehingga siswa memahami bahwa rupiah yang mereka pegang hari ini dibayar dengan keringat dan darah para pejuang.
  2. Mengembangkan Literasi Keuangan: Guru perlu membekali siswa dengan keterampilan mengelola keuangan sejak dini, yaitu mengajarkan pentingnya menabung, membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants), serta bijak dalam berbelanja.
  3. Keteladanan Karakter: Menunjukkan sikap integritas dalam pengelolaan keuangan sekolah dan kehidupan sehari-hari, serta menumbuhkan budaya kerja keras yang amanah.

Peran Siswa: Generasi Cerdas dan Cinta Rupiah

Siswa SMP Al Hikmah Surabaya sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi masa depan. Apa yang bisa dilakukan?

  1. Merawat dan Mencintai Rupiah: Terapkan prinsip 5 Jangan dalam memperlakukan rupiah: Jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi. Menjaga fisik rupiah adalah bentuk penghormatan terhadap simbol negara.
  2. Cerdas Finansial Sejak Dini: Mulailah belajar menyisihkan uang saku untuk ditabung. Hindari gaya hidup konsumtif yang berlebihan dan manfaatkan teknologi keuangan dengan bijak.
  3. Belajar dengan Sungguh-Sungguh: memahami ilmu ekonomi dan ilmu pengetahuan lainnya agar kelak mampu berkontribusi dalam membangun perekonomian bangsa yang mandiri dan berdaya saing global.

Peran Masyarakat Indonesia: Menjaga Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi

Sebagai masyarakat luas, partisipasi kita dalam memaknai Hari Oeang tercermin dalam kehidupan berbangsa sehari-hari:

  1. Bangga Menggunakan Rupiah: Di wilayah NKRI, transaksi wajib menggunakan mata uang rupiah. Menolak penggunaan mata uang asing di dalam negeri adalah wujud nyata bela negara di sektor ekonomi.
  2. Waspada terhadap Kejahatan Keuangan: Menjaga diri dari investasi bodong, pinjaman online ilegal, serta aktif memberantas peredaran uang palsu di tengah masyarakat.
  3. Mendukung Produk Lokal: Menggunakan produk-produk dari UMKM lokal untuk memperkuat struktur perekonomian nasional dari bawah.

Simpulan

Hari Keuangan Nasional atau Hari Oeang Republik Indonesia pada tanggal 30 Oktober mengingatkan kita bahwa kemerdekaan Indonesia tidak cukup hanya diraih dengan senjata, tetapi juga harus dipertahankan dan diisi melalui kemandirian ekonomi. Melalui peran guru yang mendidik dengan hati, siswa yang belajar dengan penuh semangat, serta masyarakat yang senantiasa menjaga kecintaan pada rupiah, mari kita wujudkan Indonesia yang kuat secara finansial, bermartabat, dan berdaulat penuh di kancah global.

Dirgahayu Oeang Republik Indonesia! Bangga Rupiah, Bangga Indonesia.