Pendidikan yang baik lahir dari kemauan untuk terus mendengar, mengevaluasi, dan bertumbuh bersama. Oleh karena itu, Komite Sekolah Al Hikmah bersama SMA Al Hikmah Surabaya melaksanakan silaturahim pada Rabu, 5 Agustus 2026, di Ruang Rapat SMA Al Hikmah Surabaya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesamaan visi misi antara sekolah dan keluarga. Kolaborasi keduanya diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk siswa yang beradab, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam pemaparan program Tahun Ajaran 2026–2027 SMA Al Hikmah Surabaya memiliki misi untuk menjadi sekolah peradaban, yaitu sekolah yang mempersiapkan generasi masa kini agar mampu mengambil peran sebagai pemimpin dan memberikan kontribusi bagi peradaban dalam 20 hingga 30 tahun mendatang.
Arah pengembangan tersebut diperkuat melalui karakter LEADER, yang merupakan singkatan dari Leadership, Ethics, Achievement, Dedication, Empirical Research, dan Rahmatan Lil’Alamiin.
Nilai tersebut menjadi landasan dalam membentuk peserta didik yang memiliki kepemimpinan, etika, prestasi, dedikasi, kemampuan riset, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat
Dalam sesi diskusi, Komite Sekolah menyampaikan berbagai aspirasi berdasarkan pengalaman dan pengamatan orang tua selama mendampingi proses pendidikan anak.
Predikat sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan SMA Al Hikmah Surabaya menuju pendidikan yang semakin unggul dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
Pengakuan ini menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus melakukan transformasi dalam berbagai aspek pendidikan, mulai dari kualitas pembelajaran, penguatan karakter dan kepemimpinan, pengembangan potensi siswa, hingga penciptaan ekosistem sekolah yang mendukung lahirnya generasi unggul.
Penguatan adab juga dinilai penting sebagai bekal siswa ketika melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dan berada di lingkungan yang lebih mandiri tanpa pengawasan langsung orang tua. Peran guru BK juga diharapkan semakin diperkuat untuk memberikan pendampingan terhadap persoalan akademik, sosial, maupun perkembangan pribadi siswa.
Gerakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun) juga menjadi salah satu perhatian. Budaya saling menyapa diharapkan tidak hanya diterapkan oleh siswa kepada guru, tetapi juga menjadi budaya antarsiswa lintas jenjang dan angkatan.
Sekolah juga melakukan pendampingan untuk memastikan setiap siswa merasa aman, diterima, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan sosial maupun emosional.
Kesiapan siswa menuju perguruan tinggi menjadi salah satu topik penting dalam silaturahmi tersebut. Pemetaan potensi dan minat siswa dilakukan sejak kelas X agar siswa tidak mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan kuliah. Pendampingan akademik untuk kelas XI juga perlu diperkuat karena fase tersebut merupakan periode penting dalam mempersiapkan siswa menuju perguruan tinggi.
Adapun pilihan peminatan yang tersedia meliputi:
Komite turut menyampaikan apresiasi terhadap program studi ekskursi luar negeri dan sertifikat mengajar UMMI yang dapat menjadi pengalaman serta dokumen pendukung dalam proses pendaftaran perguruan tinggi.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengalaman belajar di luar kelas dapat memberikan nilai tambah bagi siswa dalam mempersiapkan masa depan akademik dan profesional.
Kegiatan silaturahmi Komite Sekolah bersama SMA Al Hikmah Surabaya menunjukkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bagian dari proses evaluasi untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik.