(23 Jul 2026 | 13:15)

Murid SD Al Hikmah Menyambut Pagi dengan Ketertiban dan Doa Sebelum Masuk Kelas

Suasana pagi di SD Al Hikmah senantiasa diwarnai dengan kedisiplinan dan nilai-nilai keagamaan yang kental. Sebelum bel masuk berbunyi dan kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa terlihat rapi berbaris di depan kelas masing-masing.
Tradisi rutin ini bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan pembiasaan karakter yang terus dijaga hingga hari ini. Didampingi oleh guru kelas dan guru pendamping, para siswa berbaris dengan tertib, merapikan pakaian, hingga bersama-sama menundukkan kepala untuk melafalkan doa sebelum memasuki ruang kelas.
Membentuk Karakter Sejak Dini
Pendampingan guru dalam prosesi singkat ini menjadi kunci penting dalam membangun kedekatan antara pendidik dan peserta didik. Beberapa tujuan utama dari pembiasaan ini meliputi:
Menanamkan Kedisiplinan: Berbaris mengajarkan kerapian, kesabaran, dan rasa hormat terhadap keteraturan.
Kesiapan Mental dan Spiritual: Berdoa bersama membantu siswa menata niat dan fokus agar siap menyerap ilmu dengan hati yang tenang.
Menjalin Silaturahmi: Menyapa guru dan teman di depan pintu kelas menciptakan suasana belajar yang ramah dan penuh kasih sayang.
"Melalui pembiasaan sederhana ini, kami ingin memastikan anak-anak memulai hari tidak hanya dengan kesiapan fisik dan pikiran, tetapi juga dengan jiwa yang terkoneksi pada Sang Maha Pencipta," ujar salah satu guru pendamping.
Setelah doa selesai dilafalkan, siswa bersalaman atau memberikan salam terbaik kepada guru sebelum melangkahkan kaki masuk ke kelas dengan penuh semangat. Diharapkan nilai-nilai kebaikan ini dapat terus membendung karakter positif siswa, tidak hanya di sekolah tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Topik Berita
Ketertiban dan Doa
Budaya Positif