(24 Jul 2026 | 08:53)

Al Hikmah Perluas Jejaring Pendidikan STEM melalui Forum Nasional SEAQIS

YLPI Al Hikmah Surabaya terus memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan pendidikan berkualitas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan jajaran manajemen YLPI Al Hikmah pada Seminar Nasional Pengembangan Program STEM PAUD 2025–2026 yang diselenggarakan oleh SEAMEO Qitep In Science (SEAQIS), Kamis 23 Juli 2026 di Graha Pos Indonesia, Bandung.

Delegasi Al Hikmah terdiri atas pimpinan unit KB-TK dan kepala departemen yang hadir untuk memperoleh wawasan mengenai arah pengembangan pendidikan STEM di tingkat nasional sekaligus membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai daerah.

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Anne Suryani, Ph.D (Monash University), Prof. Vina Adriany, M.Ed., Ph.D. (Direktur SEAMEO CECCEP),  Prof. Maila Dini Husni Rahiem, M.A., Ph.D. (Guru Besar UIN Jakarta).

Direktur SEAQIS, Reza Setiawan, S.Si., M.T. menjelaskan bahwa inovasi pendidikan lahir melalui kolaborasi berbagai pihak. Melalui program pengembangan STEM tahun 2025, SEAQIS bersama 17 sekolah mitra berhasil menyusun 24 seri buku aktivitas STEM sebagai panduan praktis bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis STEM menggunakan lingkungan sekitar.

Dalam sesi diskusi, para narasumber juga menegaskan bahwa STEM bukanlah pendekatan pembelajaran yang mahal atau eksklusif. Sebaliknya, STEM dapat diterapkan dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar sederhana yang dekat dengan kehidupan anak, selama mampu mendorong mereka untuk bertanya, bereksplorasi, dan memecahkan masalah.

Hal ini ditegaskan oleh Prof. Maila yang mengajak para guru mengubah cara pandang terhadap STEM. Menurutnya, STEM bukan pembelajaran yang identik dengan teknologi mahal maupun alat yang rumit.

"STEM dapat dilakukan menggunakan benda-benda sederhana di sekitar anak. Yang terpenting adalah bagaimana guru mampu membangun rasa ingin tahu dan pengalaman belajar yang bermakna," jelasnya.

Senada dengan itu, Prof. Vina Adriany menekankan bahwa pembelajaran STEM pada usia dini bukan bertujuan mempercepat kemampuan akademik, tetapi memberikan ruang kepada anak untuk bertanya, bereksplorasi, mencoba, dan menemukan solusi atas persoalan sederhana di sekitarnya

Dalam forum tersebut juga disajikan paparan best practice para guru sekolah mitra dalam melaksanakan pembelajaran STEM dan pameran proyek hasil pembelajaran STEM tersebut.

Bagi YLPI Al Hikmah, keikutsertaan dalam seminar ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi dengan SEAMEO-SEAQIS maupun institusi pendidikan lainnya. Informasi yang diperoleh mengenai pengembangan program STEM di tingkat nasional dan regional diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan program pembelajaran dan pengembangan sekolah di lingkungan Al Hikmah.

Selain memperoleh berbagai gagasan baru, kehadiran manajemen Al Hikmah juga membuka peluang terjalinnya kemitraan dengan berbagai lembaga. SEAQIS sendiri menyampaikan rencana untuk memperluas jaringan sekolah mitra secara nasional sehingga diharapkan semakin banyak institusi pendidikan yang dapat berkolaborasi dalam pengembangan pembelajaran STEM di masa mendatang.

Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen YLPI Al Hikmah untuk terus menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus aktif membangun sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan, baik di tingkat nasional maupun regional Asia Tenggara.

 

Topik Berita
Jejaring Pendidikan STEM
Forum Nasional SEAQIS