Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari keteladanan. Anak membutuhkan sosok figur riil yang bisa menjadi contoh dan dipercaya. Kedua kriteria ini melekat pada guru dan orang tua. Hal tersebut diungkapkan oleh Ustad Heri Miarto saat memberikan materi berjudul “Trilogi Teladan Karakter Guru dan Orang Tua“ dalam kegiatan pembinaan Salima (Sabtu, 29/11/25).
Pembinaan Sabtu ke-lima (Salima) adalah agenda pembinaan yayasan untuk seluruh guru dan tenaga kependidikan Al Hikmah. Menurut Ustad Mohammad Zahri selaku Ketua Pengurus YLPI Al Hikmah Surabaya “ Salima“ adalah program pembinaan yang bobotnya kehidupan umum dan keluarga. Tema-tema seperti kesehatan, keluarga, keuangan dan rumah tangga contohnya. Al Hikmah konsisten mengedukasi semua civitas akademika dalam berbagai ragam pembinaan. Baik itu yang menyasar kehidupan akademik, sosial kemasyarakatan, maupun keluarga. Salima ini salah satunya.
Dalam kesempatan ini, Ustad Heri Miarto membedah tiga buku hasil karyanya. “Bersahaja Saja“, “Berprestasilah Hidup Hanya Sekali“, dan “Arti Penting Waktu“. Pembicara yang sudah mengabdi di Al Hikmah selama kurang lebih 35 tahun itu sangat bersemangat saat berbagi tips dari bukunya.
Pertama, beliau mengajak audiens untuk hidup sederhana di tengah maraknya hedonisme saat ini. Survei global menunjukkan 80% anak muda di dunia ingin hidup mewah. Sebagai orang tua dan guru kita dituntut untuk mengarahkan anak-anak kita untuk tidak hidup dalam kemewahan.
Dalam buku ke-dua “Berprestasilah Hidup Hanya Sekali“, Ustad Heri mengajak peserta untuk meningkatkan kualitas diri, memberikan versi terbaiknya karena hidup hanya sekali. Isilah hidup dengan rangkaian amal solih karena inilah yang akan kita bawa mati.
Selanjutnya, Ustad Heri memberikan tips mengelola waktu secara efektif. Di antaranya punya tujuan harian-mingguan, bisa menggunakan metode “time blocking”, mengurangi gangguan digital, dan sebagainya. Beliau juga mengingatkan betapa pentingnya waktu sebagainya yang dicontohkan dalam Al Qur’an khususnya QS. Al Ashr.