YOGYAKARTA – Bagaimana mengubah ide bisnis menjadi peluang usaha yang menjanjikan? Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu fokus pembelajaran murid kelas VIII Technopreneur Class SMP Al Hikmah Surabaya dalam kegiatan Bootcamp Kelas VIII Technopreneur di Grha Nur Ramadhan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 tersebut, para murid mendapatkan kesempatan belajar langsung dari Dr. Jacky Mussry, Vice Chancellor MarkPlus Institute sekaligus akademisi yang mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Mengusung materi bertajuk Beyond a Great Business Idea, Dr. Jacky mengajak para peserta memahami bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya bermodalkan ide kreatif. Diperlukan kemampuan menganalisis situasi, menyusun strategi, serta mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi perjalanan sebuah usaha.
Ia menjelaskan, terdapat dua kelompok faktor yang perlu diperhatikan dalam menjalankan bisnis, yakni faktor mikro atau internal dan faktor makro atau eksternal. Pemahaman terhadap kedua faktor tersebut menjadi bekal penting bagi calon wirausahawan dalam merencanakan dan mengembangkan bisnis.
Pembelajaran tidak berhenti pada pemaparan materi. Para murid juga berlatih menyusun rencana bisnis dengan mempertimbangkan kondisi internal dan eksternal yang berpotensi memengaruhi keberhasilan usaha. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman menerapkannya dalam praktik.
Materi Setara Kuliah, Murid SMP Tunjukkan Antusiasme
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah apresiasi Dr. Jacky terhadap kemampuan dan antusiasme para murid. Ia mengaku kagum karena materi yang disampaikannya memiliki tingkat pembahasan yang setara dengan materi perkuliahan tiga SKS.
Apresiasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi murid kelas VIII yang memperoleh kesempatan belajar secara langsung dari seorang pakar pemasaran dan manajemen strategis.
Dr. Jacky sendiri adalah seorang pakar pemasaran dan manajemen strategis yang telah menulis puluhan buku di bidang pemasaran. Salah satu karya terbarunya adalah Reimagining Operational Excellence: Inspirations from Asia (2024), yang ditulis bersama Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya.
Manfaat kegiatan dirasakan langsung oleh para peserta. Ryadh, murid kelas VIII C, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berkesan. “Kegiatan ini sangat bagus. Materinya mudah dimengerti”, ungkapnya.
Hal senada disampaikan Faza. Menurutnya, materi yang diberikan sangat bermanfaat sebagai bekal untuk menjalankan bisnis pada masa depan. Salah satu pelajaran yang paling diingat adalah bahwa bisnis memang tidak mudah, tetapi tetap bisa dijalani.
Mewakili SMP Al Hikmah Surabaya, Ustaz Taufiqul Jamil menekankan pentingnya membangun sikap profesional dalam setiap proses pembelajaran dan praktik kewirausahaan. “Bootcamp Kelas VIII Technopreneur ini juga menjadi prototipe kegiatan pembelajaran yang direncanakan berlangsung di luar negeri pada tahun mendatang”, tambahnya.
Bagi para murid, pengalaman belajar bersama pakar seperti Dr. Jacky Mussry menjadi langkah awal untuk mengenali dunia bisnis secara lebih nyata. Mereka belajar bahwa sebuah ide perlu diuji, direncanakan, dan dikembangkan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi.