(06 Apr 2026 | 14:49)

Komunitas Dakwah Dorong Kolaborasi Dakwah Demi Generasi Berkarakter

Di tengah tantangan zaman yang kian kompleks, sinergi antarlembaga dakwah bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. 

Pesan kuat inilah yang mengemuka dalam acara Halalbihalal Komunitas Dakwah AbdulKadir Baraja yang digelar di Surabaya, Minggu (5/4/2026). Acara ini bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. 

Bertempat di jantung kota Surabaya, agenda ini dihadiri oleh 280 peserta dari 50 pimpinan lembaga dakwah lintas sektor mulai dari pendidikan, manajemen masjid, hingga sosial. 

Hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Sekjen Kemdiktisaintek RI, Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D, dan Menteri Pendidikan RI periode 2009-2014, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA.

Dalam orasinya, sang inisiator komunitas, Abdulkadir Baraja, menggarisbawahi bahwa fragmentasi antarlembaga hanya akan memperlemah gerakan. Ia menyerukan agar seluruh elemen dakwah meleburkan ego untuk menciptakan dampak yang lebih luas. "Jika lembaga-lembaga dakwah yang ada berkolaborasi bersama, akan tercipta sebuah kekuatan yang dahsyat," tegas Abdulkadir di hadapan ratusan peserta. 

Ia juga memberikan peringatan keras agar jangan sampai ada lembaga yang justru menjadi duri dalam daging bagi keutuhan bangsa. 

Menurutnya, eksistensi lembaga dakwah harus sejalan dengan upaya menjaga kedaulatan NKRI.

Kedaulatan dan Kualitas SDM

Bagi Abdulkadir, kedaulatan negara sangat bergantung pada kualitas warganya. 

Ia mendefinisikan warga negara berkualitas sebagai individu yang memiliki kompetensi relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Untuk mencapai level tersebut, ia menekankan bahwa institusi pendidikan harus bertumpu pada dua pilar utama: pembelajaran (akademik) dan karakter.

Lima Dimensi Akhlak yang ditekankan Abdulkadir:

  • Ketuhanan: Adab kepada Allah dan Rasul.
  • Keluarga & Guru: Penghormatan kepada orang tua dan pendidik.
  • Sosial: Etika terhadap sesama manusia.
  • Ekologi: Kepedulian terhadap lingkungan hidup.
  • Personal: Tanggung jawab terhadap diri sendiri.

"Lembaga pendidikan wajib membekali siswa dengan kompetensi sekaligus karakter. Bagaimana mereka berakhlak adalah cerminan masa depan bangsa," tambah sang Mubaligh Nasional tersebut.

Abdulkadir juga berharap momentum Halal Bihalal ini menjadi titik tolak (starting point) bagi transformasi pendidikan dan penguatan kolaborasi dakwah di Indonesia. 

Sinergi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral demi Indonesia yang lebih berdaulat.

Topik Berita
Komunitas Dakwah
Kolaborasi
Silaturahim