Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), SMP Al Hikmah Surabaya tidak hanya memfokuskan persiapan pada aspek akademik, tetapi juga memberikan perhatian serius pada penguatan spiritual murid. Oleh karena itu, kegiatan doa bersama diselenggarakan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon kemudahan, serta menumbuhkan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilakukan akan memperoleh hasil terbaik dengan pertolongan-Nya.
Lebih dari itu, doa bersama memiliki tujuan untuk menanamkan nilai-nilai adab dan ketawaduan dalam diri murid, khususnya dalam menghargai peran doa orang tua dan guru sebagai bagian dari kunci keberhasilan. Kegiatan ini juga memberikan manfaat dalam memperkuat ikatan emosional antarmurid serta menghadirkan energi positif yang mampu mengurangi kecemasan menjelang ujian. Dengan demikian, murid tidak hanya siap secara intelektual, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual yang kokoh, sehingga mampu menjalani TKA dengan penuh keyakinan, ketenangan, dan sikap optimis.
Kegiatan berlangsung Jum'at, 10 April 2026 di Masjid SMP Al Hikmah Surabaya. Menghadirkan narasumber inspiratif, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, beliau memberikan tausiyah penuh makna kepada seluruh peserta dengan mengangkat tema “Ketika ikhtiar dilakukan, doa dilangitkan, jalan terbaik dibukakan”.
Dalam penyampaiannya, Prof. Muzakki menekankan pentingnya peran doa sebagai inti dari setiap usaha yang dilakukan. “Jangan pernah menganggap remeh doa orang tua dan guru. Addu’a mukhkhul ibadah, doa adalah inti dari ibadah,” tutur beliau. Pesan ini mengingatkan para murid bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh usaha belajar semata, tetapi juga oleh kekuatan doa, khususnya dari orang tua.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa kehidupan senantiasa dipenuhi dengan perubahan. Oleh karena itu, murid diharapkan tidak hanya mengandalkan usaha, tetapi juga senantiasa melibatkan doa dalam setiap langkah. Dalam meraih kesuksesan, terdapat adab yang harus dijunjung tinggi, yaitu adab kepada guru, adab kepada orang tua, serta adab yang harus ditempatkan di atas ilmu. “Orang Barat pun mengenal konsep ethic above knowledge, bahwa etika lebih tinggi dari sekadar ilmu,” jelasnya.
Prof. Muzakki juga mengingatkan tentang fenomena generasi strawberry, yaitu generasi yang tampak kuat dari luar namun mudah rapuh saat menghadapi tekanan. Untuk menghindari hal tersebut, beliau memberikan tiga kunci utama. Pertama, senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki dan memanfaatkan setiap kelebihan (privilege) untuk kebaikan. Kedua, menjalani setiap proses dengan penuh kesabaran, karena tantangan adalah bagian dari pembentukan karakter. “Nelayan yang hebat lahir dari ombak yang besar,” ungkapnya. Ketiga, mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang dialami.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para murid bersama-sama memanjatkan doa, memohon kemudahan, kelancaran, serta hasil terbaik dalam pelaksanaan TKA. Harapannya, melalui kegiatan ini, murid tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan karakter yang tangguh dalam menghadapi setiap tantangan ke depan.