Mendidik bukan sekadar menyampaikan ilmu, tapi membentuk jiwa. Dan semua itu bermula dari adab sang guru. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya peran ruhiyah dalam kepemimpinan pendidikan, Yayasan LPI Al Hikmah Surabaya mengadakan kegiatan pembinaan spiritual bertema "Risalah Adab Guru". Mengambil dari pedoman buku risalah adab, yang menjadi panduan etik atau adab yang menuntun dalam melaksanakan manajemen.
Kegiatan ini ditujukan untuk menguatkan kembali fondasi nilai adab dan keteladanan di kalangan para pimpinan lembaga pendidikan Al Hikmah. Serta merenungi kembali esensi profesi pendidik sebagai ladang amanah dan teladan kehidupan.
Pembinaan dipimpin oleh ustadz Mim Saiful Hadi, M.Pd. Kepala Departemen Pembinaan Akhlak Karimah dan KeAlHikmahan beserta timnya. Dilaksanakan pada Jumat (25/7/2025), dan diikuti oleh seluruh pimpinan dari semua unit yang ada dilingkungan YLPI Al Hikmah Surabaya.
Pertemuan pertama membahas tentang urgensi pendidikan adab, ada 3 poin penting yang disampaikan, yakni yang pertama penjelasan dari K.H. Hasyim Asyari, kedua penjelasan dari Hadist Rasulullah, dan yang ketiga penjelasan dari Maqolah dari KH. Imam Zarkasy.
Dalam paparannya, Ustadz Mim menjelaskan kutipan dari K.H. Hasyim Asyari, “Tahuid mewajibkan wujud iman. Barangsiap tidak beriman, maka dia tidak bertauhid, dan iman mewajibkan syariat, maka barangsiapa yang tidak ada syariat padanya, maka dia tidak memiliki iman dan tidak bertauhid, dan syariat mewajibkan adanya adab, maka barangsiapa yang tidak beradab maka (pada hakikatnya) tiada syariat, tiada iman dan tiada tauhid padanya”. (Tulisan K.H. Hasyim Asyari).
Kemudian ustadz Mim juga menjelaskan materi yang kedua dari hadist Rasulullah SAW, ”Hak seorang anak atas orang tuanya adalah mendapatkan nama yang baik, pengasuhan yang baik dan adab yang baik”.
Selanjutnya materi yang ketiga mengutip dari penjelasan KH. Imam Zarkasy, “Barang siapa yang tidak punya adab itu seperti lalat”. Maksudnya adalah, lalat suka hinggap dimana saja, meski itu kotoran. Keberadaannya sering mengganggu, pasti diusir siapapun. Serta tidak tahu malu, meski diusir berkali-kali dia tetap datang.
Kajian kali ini, menekankan pentingnya seorang guru menjaga sikap, ucapan, dan keikhlasan dalam mendidik. Mengajak para pimpinan untuk menjadi penggerak budaya adab di lingkungan kerja masing-masing.
Suasana pembinaan berlangsung penuh keteduhan. Para peserta menyimak dengan antusias, diselingi muhasabah dan refleksi spiritual yang menggugah kesadaran akan tanggung jawab mulia sebagai pemimpin pendidikan.
Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat semangat seluruh pimpinan YLPI Al Hikmah agar terus menumbuhkan budaya adab dalam kepemimpinan dan pengelolaan lembaga, sejalan dengan visi besar Al Hikmah, mewujudkan generasi robbani yang unggul dalam iman, akhlak, dan ilmu.