Oleh Andhika Karunia, S.P., M.Pd. (Guru IPA SMP Al Hikmah Surabaya)
Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum refleksi sekaligus aksi nyata untuk menjaga planet yang kita tinggali. Tema Hari Bumi 2026 adalah “Our Power, Our Planet” (Kekuatan Kita, Planet Kita). Tema ini menekankan peran bersama seluruh generasi dalam menjaga dan menciptakan masa depan Bumi yang lebih baik melalui tindakan nyata, inovasi, dan kolaborasi, serta menegaskan bahwa kemajuan lingkungan tetap berkelanjutan di tengah ketidakpastian.
Pada tahun 2026, peringatan ini menjadi semakin relevan di tengah berbagai ketidakpastian global mulai dari perubahan iklim, krisis energi, hingga tekanan terhadap sumber daya alam. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar untuk membangun masa depan bumi yang lebih baik melalui keterlibatan seluruh generasi. Fokus peringatan Hari Bumi adalah menghargai kekuatan alam, mendorong solusi inovatif, dan memperkuat pendidikan serta pemecahan masalah oleh komunitas. Tujuan peringatan Hari Bumi adalah untuk mendorong kolaborasi lintas generasi untuk melawan krisis iklim dan menjaga planet Bumi.
Tindakan/aksi nyata menjadi fondasi utama dalam memperingati Hari Bumi 2026. Terdapat berbagai macam aksi nyata yang dapat dilakukan oleh semua generasi, tidak pandang usia, antara lain melalui kegiatan pembersihan sampah plastik, penanaman pohon, penghematan air, serta pengurangan limbah makanan. Upaya sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar merupakan langkah kecil yang berdampak besar jika dilakukan secara kolektif. Selain itu, keterlibatan dalam kegiatan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, dan edukasi lingkungan di sekolah juga menjadi bentuk kontribusi yang signifikan. Kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting perlu terus ditanamkan agar aksi lingkungan tidak berhenti pada simbolisme semata.
Peran lintas generasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Generasi muda hadir dengan semangat, kreativitas, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi baru. Mereka yang umumnya melek teknologi dapat berperan aktif mengampanyekan isu lingkungan melalui media digital, mengembangkan inovasi ramah lingkungan, serta mendorong perubahan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Di sisi lain, generasi yang lebih tua membawa pengalaman, kebijaksanaan, serta pemahaman mendalam tentang nilai-nilai konservasi yang telah diwariskan selama bertahun-tahun. Kolaborasi antara keduanya menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks.
Sebagai seorang Muslim, kita mengimani bahwa dalam QS Al-A'raf ayat 56 disebutkan sebagai berikut.
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ٥٦
wa lâ tufsidû fil-ardli ba‘da ishlâḫihâ wad‘ûhu khaufaw wa thama‘â, inna raḫmatallâhi qarîbum minal-muḫsinîn
“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”
Dari ayat tersebut Allah melarang manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi. Bumi ini sudah diciptakan Allah dengan segala kelengkapannya, seperti gunung, lembah, sungai, lautan, daratan, hutan dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk keperluan manusia, agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan mereka. Maka dari itu, ayat ini menjadi salah satu penguat bahwa kita harus mencintai bumi kita.
Di lingkungan sekolah, sebagai generasi muda, murid-murid memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian bumi melalui tindakan sederhana namun konsisten. Kebiasaan yang dibangun sejak dini akan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan. Salah satu langkah utama adalah membiasakan diri mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti membawa botol minum dan kotak makan sendiri ke sekolah. Selain itu, murid juga dapat menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan menggunakan kembali barang yang masih layak pakai dan memilah sampah sesuai jenisnya.
Para murid dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan kelas dan area sekitar, serta ikut serta dalam kegiatan penghijauan seperti menanam pohon atau merawat taman sekolah. Hemat energi juga menjadi langkah penting, seperti mematikan lampu dan perangkat listrik saat tidak digunakan. Tidak hanya itu, mereka dapat menjadi agen perubahan dengan mengedukasi teman sebaya tentang pentingnya menjaga lingkungan. Melalui media sosial, mereka bisa menyebarkan kampanye positif terkait gaya hidup ramah lingkungan. Dengan langkah-langkah nyata ini, murid turut berkontribusi menciptakan masa depan Bumi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Hari Bumi 2026 menegaskan bahwa kemajuan lingkungan tetap dapat dicapai meskipun dunia menghadapi berbagai ketidakpastian. Dengan tindakan nyata dan kolaborasi lintas generasi dari apa pun peran kita, kita dapat memastikan bahwa Bumi tetap menjadi tempat yang layak huni bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Mari cintai bumi kita sebagai rahmat dari Allah Swt.