Oleh: Cynthia Vannesa, S.E., M.M - Sekretaris Komite Sekolah Al Hikmah
Hari Ibu, sebuah momen istimewa yang mengundang kita untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan menyadari betapa besar peran seorang ibu dalam hidup kita. Namun sesungguhnya, memaknai Hari Ibu tidak sekadar memberikan ucapan, hadiah, atau rangkaian bunga. Lebih dari itu, hari ini adalah kesempatan untuk merenungkan kembali kasih sayang, pengorbanan, dan keteguhan hati seorang ibu yang sering kali hadir tanpa banyak kata.
Ibu adalah sosok yang mungkin tidak selalu sempurna, tetapi selalu berusaha memberikan yang terbaik. Ia adalah orang pertama yang mengenalkan kita pada dunia, yang memeluk kita saat menangis, dan yang diam-diam memanjatkan doa panjang untuk keselamatan anak-anaknya. Dalam setiap langkah yang kita ambil, ada jejak lembut tangan ibu yang menuntun, meski kadang tak terlihat. Begitu banyak hal yang kita lakukan hari ini adalah buah dari kesabaran beliau bertahun-tahun.
Memaknai Hari Ibu berarti memahami bahwa kasih ibu tidak terikat waktu. Ketika kita kecil, kasih itu hadir dalam bentuk tangan hangat yang membersihkan air mata. Ketika kita beranjak dewasa, kasih itu berubah menjadi nasihat yang mungkin tidak selalu ingin kita dengar, namun selalu kita butuhkan. Dan saat kita mulai menjalani kehidupan sendiri, barulah kita menyadari betapa besar cinta yang selama ini mengalir tanpa pamrih.
Hari Ibu juga mengingatkan kita bahwa menjadi ibu bukanlah tugas yang mudah. Ia adalah perjalanan panjang yang penuh pembelajaran tentang kesabaran, ketegasan, pengorbanan, dan cinta yang tidak pernah habis. Setiap ibu memiliki ceritanya masing-masing, perjuangannya, lelahnya, dan harapannya. Karena itu, merayakan Hari Ibu berarti memberikan ruang bagi para ibu untuk dihargai, didengarkan, dan diistirahatkan sejenak dari segala beban yang selama ini mereka pikul dengan diam.
Hari Ibu mengajarkan kita tentang rasa syukur. Syukur atas keberadaan seorang ibu, baik yang masih mendampingi kita, maupun yang kini hanya hadir dalam kenangan. Syukur atas semua perhatian yang mungkin dulu kita anggap biasa saja. Syukur atas cinta yang tak pernah berkurang bahkan ketika kita tidak selalu mudah untuk dicintai.
Memaknai Hari Ibu adalah mengubah penghargaan menjadi tindakan. Tidak harus besar, kadang hanya dengan hadir, mendengarkan, atau mengucapkan terima kasih yang tulus. Hari Ibu mengingatkan kita bahwa cinta ibu adalah anugerah, dan menghargainya adalah bentuk cinta yang paling sederhana namun paling berarti.
Kepada anak-anakku.. Terima kasih kalian sudah memberikan kesempatan untukku berperan sebagai ibu.. Walaupun "Surga" berada di telapak kakiku, tapi bagiku kalianlah surga dunia & Akhirat-ku.. Tetaplah bertumbuh menjadi pribadi yang baik, sehat dan selalu menebar manfaat bagi orang sekitarmu..
Maafkan ibumu yang belum sempurna ini, tapi dengan kehadiranmu aku akan terus belajar menjadi ibu yang baik setiap harinya.. 🤍🤍