Hari Kunjung Perpustakaan: Temukan Pengetahuan, Tumbuhkan Literasi

13 Sep 2026 22:46 WIB
Lailatul Maghfirah, S.IIP
Oleh Lailatul Maghfirah, S.IIP
Pustakawan SMA Al Hikmah Surabaya
Hari Kunjung Perpustakaan: Temukan Pengetahuan, Tumbuhkan Literasi

Setiap tanggal 14 September, Indonesia memperingati Hari Kunjung Perpustakaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi, melainkan ruang yang mempertemukan manusia dengan pengetahuan.

Hari Kunjung Perpustakaan bermula dari gagasan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang disampaikan kepada Presiden Soeharto pada 11 Agustus 1995 (Perpusnas.go.id (2021). Gagasan tersebut kemudian menjadi bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan perpustakaan, gemar membaca, serta membangun budaya literasi. Sejak saat itulah, tanggal 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan. Peringatan ini pada dasarnya mengajak kita untuk kembali melihat perpustakaan dari hal yang paling sederhana, yaitu membaca dan menemukan pengetahuan yang baru.

Mari ke Perpustakaan

Membaca bukan sekadar rangkaian kata dalam sebuah buku. Dengan membaca, seseorang mulai mengenali dunia yang lebih luas daripada apa yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Membaca memberi banyak manfaat, salah satunya adalah kesempatan untuk mengenal gagasan, pengalaman, ilmu pengetahuan, tokoh, budaya, dan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Pengetahuan yang diperoleh dari membaca dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan yang membentuk cara kita berpikir

Endang Fatmawati (2020) dalam artikelnya yang berjudul “Menggaungkan Hari Kunjung Perpustakaan” menyebutkan bahwa membaca dapat menjadi modal awal untuk mengerti dunia, menambah cakrawala pengetahuan, memperkaya khazanah keilmuan, membuka cakrawala berpikir, dan menyerap ilmu pengetahuan. Karena itu, ajakan untuk datang ke perpustakaan sesungguhnya bukan hanya ajakan untuk meminjam buku. Tetapi lebih dari itu, kita diajak menyediakan waktu untuk membaca, mencari informasi, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk belajar.

Satu kunjungan ke perpustakaan bisa dimulai dengan hal sederhana, yaitu dengan memilih sebuah buku yang menarik perhatian. Dari situlah, seseorang mungkin menemukan pengetahuan yang belum pernah diketahui, mengenal pemikiran baru, menemukan tokoh yang menginspirasi, atau bahkan memperoleh ide yang mengubah cara pandangnya.

Perpustakaan Sebagai Ruang Tumbuh Literasi

Perpustakaan memiliki marwah utama dalam mencerdaskan. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui jumlah koleksi yang dimiliki, tetapi juga melalui sejauh mana koleksi dan layanan perpustakaan dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar.

Di tengah padatnya arus informasi, perpustakaan juga memiliki posisi penting dalam membantu kita menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Buku dan sumber informasi yang tersedia menjadi pintu masuk untuk belajar secara lebih terarah, sementara kegiatan literasi dapat mendorong kita untuk tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan memanfaatkan informasi.

Inilah alasan mengapa perpustakaan menjadi ruang yang dekat dengan penggunanya. Perpustakaan perlu hadir sebagai tempat yang nyaman untuk membaca, belajar, berdiskusi, mencari informasi, dan mengembangkan minat. Budaya membaca pun tidak terbentuk hanya karena seseorang pernah berkunjung ke perpustakaan. Hal itu tumbuh dari kebiasaan yang dilakukan berulang kali.

Dari Satu Kunjungan Tumbuh Kebiasaan

Hari Kunjung Perpustakaan bukan sekadar peringatan tahunan. Tanggal 14 September dapat menjadi titik untuk kembali bertanya,  Sudahkah perpustakaan menjadi bagian dari kebiasaan belajar kita?”

Meluangkan waktu untuk datang ke perpustakaan menjadi salah satu cara untuk kembali memberi perhatian pada proses membaca dan belajar. Tidak harus selalu dimulai dengan membaca buku yang tebal atau menyelesaikan banyak halaman. Cukup dengan datang dan menemukan satu bacaan yang menarik, bahkan hanya sekadar menikmati bentuk tulisan maupun gambar yang tercetak pada setiap halaman.

Dari satu buku itulah akan lahir satu pengetahuan. Dari satu pengetahuan dapat muncul satu gagasan. Dari gagasan ini, seseorang dapat mengambil keputusan, berkarya, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Pada akhirnya, keberadaan perpustakaan bukan hanya diukur dari seberapa banyak buku yang tersusun di rak, tetapi dari seberapa jauh pengetahuan di dalamnya sampai kepada pembacanya.

Mari ke perpustakaan, mari membaca dan mari menemukan pengetahuan baru.

Selamat Hari Kunjung Perpustakaan. Membaca untuk memahami. Belajar untuk bertumbuh.

Referensi:

  1. Fatmawati, Endang. (2020). Menggaungkan Hari Kunjung Perpustakaan. Sidoarjo: Ay Publisher.
  2. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2021). Sambut Hari Kunjung, Momentum Wujudkan Cita-cita Bangsa Melalui Membaca. Website : https://perpusnas.go.id/ diakses pada 7 September 2026, pukul 17.25.